Model dan Kurikulum Pendidikan Inklusif


BAB I

PENDAHULUAN

1. Latar Belakang Masalah

Pendidikan inklusi merupakan seseuatu yang baru di dunia pendidikan Indonesia. Istilah pendidikan inklusif atau inklusi, mulai mengemuka sejak tahun 1990, ketika konferensi dunia tentang pendidikan untuk semua, yang diteruskan dengan pernyataan salamanca tentang pendidikan inklusif pada tahun 1994.

Pendidikan inklusif  memiliki prinsip dasar bahwa selama memungkinkan, semua anak seyogyanya belajar bersama-sama tanpa memandang kesulitan ataupun perbedaan yang mungkin ada pada mereka. Tetapi yang membedakan adalah masyarakatnya, mereka berpandangan bahwa sekolah inklusif hanya untuk siswa berkebutuhan khusus dan belum sepenuhnya wali murid percaya pada sekolah inklusif ada yang lebih memilih home schooling untuk anak mereka, yang menjadi pertanyaan disini adalah bagaimana agar sekolah inklusif tidak dipandang rendah oleh masyarakat? dan bagaimana sekolah inklusif mendapat kepercayaan dari masyarakat agar anak-anak mereka yang berkebutuhan khusus disekolahkan di sekolah inklusif? itulah yang menjadi tugas pemerintah untuk memberdayakan sekolah inklusif lebih baik lagi dan mendapat kepercayaan dikalangan masyarakat.

2. Rumusan Masalah.

1. Apa pengertian pendidikan inklusif?

2. Apa tujuan dan manfaat pendidikan inklusif?

3. Apa saja kurikulum dam model pendidikan inklusif?

 

 

 

 

 

BAB II

PEMBAHASAN

 

  1. 1.      PENGERTIAN PENDIDIKAN INKLUSIF

Pendidikan Inklusif adalah sistem layanan pendidikan yang mensyaratkan anak berkebutuhan khusus belajar di sekolah-sekolah terdekat di kelas biasa bersama teman-teman seusianya (Sapon-Shevin dalam O’Neil 1994).

Sekolah penyelenggara pendidikan inklusif adalah sekolah yang menampung semua murid di kelas yang sama. Sekolah ini menyediakan program pendidikan yang layak, menantang, tetapi disesuaikan dengan kemampuan dan kebutuhan setiap murid maupun bantuan dan dukungan yang dapat diberikan oleh para guru, agar anak-anak berhasil (Stainback, 1980).

Sekolah inklusif merupakan perkembangan baru dari pendidikan terpadu. Pada sekolah inklusif setiap anak sesuai dengan kebutuhan khususnya, semua diusahakan dapat dilayani secara optimal dengan melakukan berbagai modifikasi dan atau penyesuaian, mulai dari kurikulum, sarana dan prasarana, tenaga pendidikan dan kependidikan, sistem pembelajaran sampai pada sistem penilaiannya.

 

  1. 2.      TUJUAN DAN MANFAAT PENDIDIKAN INKLUSIF

Pendidikan inklusif dimaksudkan sebagai sistem layanan pendidikan yang mengikut-sertakan anak berkebutuhan khusus belajar bersama dengan anak sebayanya di sekolah reguler yang terdekat dengan tempat tinggalnya.

Penyelenggaraan pendidikan inklusif menuntut pihak sekolah melakukan penyesuaian baik dari segi kurikulum, sarana dan prasarana pendidikan, maupun sistem pembelajaran yang disesuaikan dengan kebutuhan individu peserta didik.

Manfaat pendidikan inklusif adalah :

  • Membangun kesadaran dan konsensus pentingnya pendidikan inklusif sekaligus menghilangkan sikap dan nilai yang diskriminatif.
  • Melibatkan dan memberdayakan masyarakat untuk melakukan analisis situasi pendidikan lokal, mengumpulkan informasi semua anak pada setiap distrik dan mengidentifikasi alasan mengapa mereka tidak sekolah.
  • Mengidentifikasi hambatan berkaitan dengan kelainan fisik, sosial dan masalah lainnya terhadap akses dan pembelajaran.
  • Melibatkan masyarakat dalam melakukan perencanaan dan monitoring mutu pendidikan bagi semua anak.
  1. 3.      KURIKULUM DAN PENDIDIKAN INKLUSIF BAGI ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS (ABK)

Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) perlu memerlukan pelayanan pendidikan secara khusus. Hal ini dikarenakan mengingat mereka memiliki hambatan internal antara lain fisik, kognitif dan sosial-emosional. Pendidikan bagi anak tersebut dapat di lakukan baik dalam system segregatif di sekolah luar biasa (SLB) maupun system inklusif pada sekolah umum/regular yang menyelenggarakan pendidikan inklusif.

Kategori ABK disini adalah peserta didik yang mengalami hambatan visual impairments, hearing impairment, mental retardation, physical and health disabilities, communication disorders, slow learner, learning disabilities, gifted and talented, ADHD, autis dan multiply handicapped.

  • Pendidikan inklusif memiliki ciri-ciri antara lain:

(1) ABK belajar bersama-sama dengan anak rata-rata lainnya

(2) setiap anak memperoleh layanan pendidikan yang layak, menantang dan bermutu

(3) setiap anak memperoleh layanan pendidikan sesuai dengan kemampuan dan kebutuhannya

(4) system pendidikan menyesuaikan dengan kondisi anak.

 

  • Pendidikan inklusif memiliki keuntungan antara lain:

(1) dapat memenuhi hak pendidikan bagi semua orang (education for all);

(2) mendukung proses wajib belajar;

(3) pembelajaran emosi-sosial bagi ABK;

(4) pembelajaran emosi-sosial-spiritual bagi anak rerata lainnya;

(5) pendidikan ABK lebih efisien.

KURIKULUM ABK

 

Kurikulum adalah seperangkat rencana pembelajaran yang didalamnya menampung pengaturan tentang tujuan, isi, proses, dan evaluasi.

Dengan demikian kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP) adalah kurikulum yang dirancang, diberlakukan dan diimplementasikan dalam satu lembaga atau satuan pendidikan tertentu.

Selanjutnya silabus merupakan rancangan pembelajaran yang disusun oleh guru selama satu semester. Sedangkan RPP sebagai rencana pembelajaran yang di susun guru untuk satu atau bebrapa pertemuan dengan peserta didik.

Dalam pembelajaran inklusif, model kurikulum bagi ABK dapat dikelompokan menjadi empat, yakni:

1.       DUPLIKASI KURIKULUM

Yakni ABK menggunakan kurikulum yang tingkat kesulitannya sama dengan siswa rata-rata/regular. Model kurikulum ini cocok untuk peserta didik tunanetra, tunarungu wicara, tunadaksa, dan tunalaras. Alasannya peserta didik tersebut tidak mengalami hambatan intelegensi. Namun demikian perlu memodifikasi proses, yakni peserta didik tunanetra menggunkan huruf Braille, dan tunarungu wicara menggunakan bahasa isyarat dalam penyampaiannya.

2.       MODIFIKASI KURIKULUM

Yakni kurikulum siswa rata-rata/regular disesuaikan dengan kebutuhan dan kemampuan/potensi ABK. Modifikasi kurikulum ke bawah diberikan kepada peserta didik tunagrahita dan modifikasi kurikulum ke atas (eskalasi) untuk peserta didik gifted and talented.

3.       SUBSTITUSI KURIKULUM

Yakni beberapa bagian kurikulum anak rata-rata ditiadakan dan diganti dengan yang kurang lebih setara. Model kurikulum ini untuk ABK dengan melihat situasi dan kondisinya.

4.       OMISI KURIKULUM

Yaitu bagian dari kurikulum umum untuk mata pelajaran tertentu ditiadakan total, karena tidak memungkinkan bagi ABK untuk dapat berfikir setara dengan anak rata-rata.

 

 

  1. 4.      MODEL PENDIDIKAN INKLUSIF

Pendidikan inklusif pada dasarnya memiliki dua model. Pertama yaitu model inklusi penuh (full inclusion). Model ini menyertakan peserta didik berkebutuhan khusus untuk menerima pembelajaran individual dalam kelas reguler.

Kedua yaitu model inklusif parsial (partial inclusion). Model parsial ini mengikutsertakan peserta didik berkebutuhan khusus dalam sebagian pembelajaran yang berlangsung di kelas reguler dan sebagian lagi dalam kelas-kelas pull out dengan bantuan guru pendamping khusus.

Model lain misalnya dikemukakan oleh Brent Hardin dan Marie Hardin. Brent dan Maria mengemukakan model pendidikan inklusif yang mereka sebut inklusif terbalik (reverse inclusive). Dalam model ini, peserta didik normal dimasukkan ke dalam kelas yang berisi peserta didik berkebutuhan khusus. Model ini berkebalikan dengan model yang pada umumnya memasukkan peserta didik berkebutuhan khusus ke dalam kelas yang berisi peserta didik normal.

Model inklusif terbalik agaknya menjadi model yang kurang lazim dilaksanakan. Model ini mengandaikan peserta didik berkebutuhan khusus sebagai peserta didik dengan jumlah yang lebih banyak dari peserta didik normal. Dengan pengandaian demikian seolah sekolah untuk anak berkebutuhan khusus secara kuantitas lebih banyak dari sekolah untuk peserta didik normal, atau bisa juga tidak. Model pendidikan inklusif seperti apapun tampaknya tidak menjadi persoalan berarti sepanjang mengacu kepada konsep dasar pendidikan inklusif.

Model pendidikan inklusif yang diselenggarakan pemerintah Indonesia yaitu model pendidikan inklusif moderat. Pendidikan inklusif moderat yang dimaksud yaitu:

  1. Pendidikan inklusif yang memadukan antara terpadu dan inklusi penuh
  2. Model moderat ini dikenal dengan model mainstreaming
  • Model pendidikan mainstreaming merupakan model yang memadukan antara pendidikan untuk anak berkebutuhan khusus (Sekolah Luar Biasa) dengan pendidikan reguler. Peserta didik berkebutuhan khusus digabungkan ke dalam kelas reguler hanya untuk beberapa waktu saja.

Filosofinya tetap pendidikan inklusif, tetapi dalam praktiknya anak berkebutuhan khusus disediakan berbagai alternatif layanan sesuai dengan kemampuan dan kebutuhannya. Anak berkebutuhan khusus dapat berpindah dari satu bentuk layanan ke bentuk layanan yang lain, seperti:

1)   Bentuk kelas reguler penuh

Anak berkebutuhan khusus belajar bersama anak lain (normal) sepanjang hari di kelas reguler dengan menggunakan kurikulum yang sama.

2) Bentuk kelas reguler dengan cluster

Anak berkebutuhan khusus belajar bersama anak lain (normal) di kelas reguler dalam kelompok khusus.

3)   Bentuk kelas reguler dengan pull out

Anak berkebutuhan khusus belajar bersama anak lain (normal) di kelas reguler namun dalam waktu-waktu tertentu ditarik dari kelas reguler ke ruang sumber untuk belajar dengan guru pembimbing khusus.

4)   Bentuk kelas reguler dengan cluster dan pull out

Anak berkebutuhan khusus belajar bersama anak lain (normal) di kelas reguler dalam kelompok khusus, dan dalam waktu-waktu tertentu ditarik dari kelas reguler ke ruang sumber untuk belajar bersama dengan guru pembimbing khusus.

5)   Bentuk kelas khusus dengan berbagai pengintegrasian

Anak berkebutuhan khusus belajar di kelas khusus pada sekolah reguler, namun dalam bidang-bidang tertentu dapat belajar bersama anak lain (normal) di kelas reguler.


 

6)   Bentuk kelas khusus penuh di sekolah reguler

Anak berkebutuhan khusus belajar di dalam kelas khusus pada sekolah reguler.

Dengan demikian, pendidikan inklusif seperti pada model di atas tidak mengharuskan semua anak berkebutuhan khusus berada di kelas reguler setiap saat dengan semua mata pelajarannya (inklusi penuh). Hal ini dikarenakan sebagian anak berkebutuhan khusus dapat berada di kelas khusus atau ruang terapi dengan gradasi kelainannya yang cukup berat. Bahkan bagi anak berkebutuhan khusus yang gradasi kelainannya berat, mungkin akan lebih banyak waktunya berada di kelas khusus pada sekolah reguler (inklusi lokasi). Kemudian, bagi yang gradasi kelainannya sangat berat, dan tidak memungkinkan di sekolah reguler (sekolah biasa), dapat disalurkan ke sekolah khusus (SLB) atau tempat khusus (rumah sakit).

1. Model kurikulum pada pendidikan inklusi dapat dibagi tiga, yaitu :

  1. Model kurikulum regular penuh
  2. Model kurikulum regular dengan modifikasi
  3. Model kurikulum PPI
  • Pengertian

a. Model kurikulum reguler, yaitu kurikulum yang mengikutsertakan peserta didik berkebutuhan khusus untuk mengikuti kurikulum reguler sama seperti kawan-kawan lainnya di dalam kelas yang sama.

b. Model kurikulum reguler dengan modifikasi, yaitu kurikulum yang dimodifikasi oleh guru pada strategi pembelajaran, jenis penilaian, maupun pada program tambahan lainnya dengan tetap mengacu pada kebutuhan peserta didik berkebutuhan khusus. Di dalam model ini bisa terdapat siswa berkebutuhan khusus yang memiliki PPI.

c. Model kurikulum PPI yaitu kurikulum yang dipersiapkan guru program PPI yang dikembangkan bersama tim pengembang yang melibatkan guru kelas, guru pendidikan khusus, kepala sekolah, orang tua, dan tenaga ahli lain yang terkait.

 

Kurikulum PPI atau dalam bahasa Inggris Individualized Education Program (IEP) merupakan karakteristik paling kentara dari pendidikan inklusif. Konsep pendidikan inklusif yang berprinsip adanya persamaan mensyaratkan adanya penyesuaian model pembelajaran yang tanggap terhadap perbedaan individu. Maka PPI atau IEP menjadi hal yang perlu mendapat penekanan lebih. Thomas M. Stephens menyatakan bahwa IEP merupakan pengelolaan yang melayani kebutuhan unik peserta didik dan merupakan layanan yang disediakan dalam rangka pencapaian tujuan yang diinginkan serta bagaimana efektivitas program tersebut akan ditentukan.

  • Perbedaan

Perbedaan dari ketiganya sudah nampak pada pengertiannya, yakni :

  1. a.      Model kurikulum regular penuh, Peserta didik yang berkebutuhan khusus mengikuti kurikulum reguler ,sama seperti teman-teman lainnya di dalam kelas yang sama. Program layanan khususnya lebih diarahkan kepada proses pembimbingan belajar, motivasi dan ketekunan belajar.
  2. b.      Model kurikulum regular dengan modifikasi, kurikulum regular dimodifikasi oleh guru dengan mengacu pada kebutuhan siswa berkebutuhan khusus.
  3. c.       Model kurikulum PPI, kurikulum disesuaikan dengan kondisi peserta didik yang melibatkan berbagai pihak. Guru mempersiapkan Program Pembelajaran Individual (PPI) yang dikembangkan bersama tim pengembang Kurikulum Sekolah. Model ini diperuntukan bagi siswa yang tidak memungkinkan mengikuti kurikulum reguler.

 

  • Keunggulan dan kelemahan
  1. a.      Model kurikulum regular penuh

Keunggulan:

Peserta didik berkebutuhan khusus dapat mengoptimalkan potensi yang dimilikinya. (Freiberg, 1995)

Kelemahan:

Peserta didik berkebutuhan khusus harus menyesuaikan diri dengan metode pengajaran dan kurikulum yang ada. Pada saat-saat tertentu, kondisi ini dapat menyulitkan mereka. Misalnya, saat siswa diwajibkan mengikuti mata pelajaran ”menggambar.” Karena memiliki hambatan penglihatan, tentu saja siswa disability tidak bisa ”menggambar.” Tapi, karena mata pelajaran ini wajib dengan kurikulum yang ”ketat”, ”tidak fleksibel,” tidaklah dimungkinkan bagi guru maupun siswa disability untuk melakukan ”adaptasi atau subsitusi” –untuk mata pelajaran ”menggambar” tersebut.

  1. b.      Model kurikulum regular dengan modifikasi

Keunggulan:

Peserta didik berkebutuhan khusus dapat diberi pendidikan yang sesuai dengan kebutuhannya.

Kelemahannya:

Tidak semua guru di sekolah regular paham tentang ABK. Untuk itu perlu adanya sosialisasi mengenai ABK dan kebutuhannya.

  1. c.       Model kurikulum PPI

Keunggulan:

Peserta didik mendapatkan layanan pendidikan yang sesuai dengan kebutuhan.

Kelemahan:

Guru kesulitan dalam menyusun IEP dan sangat membutuhkan waktu yang banyak.

Pembelajaran Model Inklusif di Kelas Reguler

Pola pembelajaran yang harus disesuaikan dengan anak berkebutuhan khusus biasa disebut dengan Individualized Education Program (IEP) atau Program Pembelajaran Individual (PPI). Program Pembelajaran Individual meliputi enam komponen, yaitu elicitors, behaviors, reinforcers, entering behavior, terminal objective, dan enroute. Secara terperinci, keenam komponen tersebut yaitu:

  1. Elicitors, yaitu peristiwa atau kejadian yang dapat menimbulkan atau menyebabkan perilaku
  2. Behaviors, merupakan kegiatan peserta didik terhadap sesuatu yang dapat ia lakukan
  3. Reinforcers, suatu kejadian atau peristiwa yang muncul sebagai akibat dari perilaku dan dapat menguatkan perilaku tertentu yang dianggap baik
  4. Entering behavior, kesiapan menerima pelajaran
  5. Terminal objective, sasaran antara dari pencapaian suatu tujuan pembelajaran yang bersifat tahunan
  6. Enroute, langkah dari entering behavior menujut ke terminal objective

Model pembelajaran bagi anak berkebutuhan khusus harus memperhatikan prinsip umum dan prinsip khusus. Prinsip umum pembelajaran meliputi motivasi, konteks, keterarahan, hubungan sosial, belajar sambil bekerja, individualisasi, menemukan, dan prinsip memecahkan masalah. Prinsip umum ini dijalankan ketika anak berkebutuhan khusus belajar bersama-sama dengan anak reguler dalam satu kelas. Baik anak reguler maupun anak berkebutuhan khusus mendapatkan program pembelajaran yang sama. Prinsip khusus disesuaikan dengan karakteristik masing-masing peserta didik berkebutuhan khusus. Prinsip khusus ini dijalankan ketika peserta didik berkebutuhan khusus membutuhkan pembelajaran individual melalui Program Pembelajaran Individual (IEP).

 

 

 

 

BAB III

PENUTUP

Kesimpulan

Dapat kita simpulkan bahwa, pendidikan inklusif terbuka untuk umum tidak hanya untuk anak berkebutuhan khusus saja tetapi siapa saja yang ingin bersekolah di sekolah inklusif seperti anak penyandang cacat, tunawisma, dan lain-lain. dengan adanya sekolah inklusif anak-anak berkebutuhan khusus mempunyai wadah untuk menyalurkan keinginan mereka, bakat dan minat mereka. sekolah inklusif juga membuktikan bahwa anak-anak inklusif juga berhak mendapatkan status dan kedudukan yang sama dengan anak-anak pada umumnya, dan dapat memperoleh pendidikan yang sama. Kita sebagai mahasiswa harus dapat mensosialaisasikan adanya sekolah inklusif dan dapat menambah minat masyarakat terhadap sekoah inklusif.

Saran

Seharusnya pemerintah lebih memperhatikan sekolah inklusif sehingga anak yang berkebutuhan khusus yang berbakat dapat menyakurkan bakat mereka. Pemerintah juga harus mensosialisasikan adanya sekolah inklusif agar sekolah inklusif diketahui keberadaanya, dan masyarakat tidak lagi meremehkan sekolah inklusif bahwa anak-anak inklusif juga bisa berprestasi layaknya anak normal.

 

 

 

 

 

 

 

 

DAFTAR PUSTAKA

 

 

 (http://fuadinotkamal.wordpress.com/2011/04/12/pendidikan-inklusif/)

(Diadopsi dari tulisan Dr. Sutji Harijanto)

Under: Pendidikan SLB

http://www.pkplkdikmen.net dan lainnya

http://suswidyanti.blogspot.com/

http://ericha-wardhani.blogspot.com/

 

 

 

iron man


Iron Man 3 (2013)

Film Iron Man 3 ini dibintangi oleh aktor Robert Downey Jr. (Tony Stark / Iron Man), artis Gwyneth Paltrow (Pepper Potts) dan aktor Don Cheadle  (James Rhodes / War Machine). Film ini diproduksi oleh  Marvel Studios dan Paramount Pictures.
Kisah film ketiga Iron Man diawali kejadian tahun 1999 di Bern, Swiss. Dari sebuah insiden yang tak ada sedetikpun dalam benak Tony akan menimbulkan masalah di kemudian hari.

Adalah Aldrich Killian (Guy Pearce) seorang ilmuwan berwajah culun yang memiiki sebuah ide tentang masa depan. Namun sayang, Tony saat itu lebih tertarik dengan penelitian milik Maya Hansen (Rebecca Hall). Sejak itu, Aldrich berusaha untuk bangkit sendiri dan melupakan kekecewaan yang ditimbulkan akibat ulah kecil Tony.

Selang 13 tahun, Tony masih sibuk dalam mengembangkan kemampuan kostum Iron Man-nya, juga Mark 42. Yang tak disangka adalah, Aldrich kembali masuk ke kehidupan Tony guna mengacaukan pikirannya. Karena Aldrich ternyata mantan pacar Tony saat ini, Pepper Potts (Gwyneth Paltrow). Dan saat ini Aldrich sudah berubah dari pria culun menjadi pria yang ganteng dan trendy.

Belum tuntas urusan Tony dan Aldrich, kesibukan sang pahlawan kembali diuji oleh teror sadis yang ditebar oleh The Mandarin (Ben Kingsley). Sejumlah kejadian-kejadian seperti bom bunuh diri dan penyerangan kerap terjadi dan semakin membuat Tony kelimpungan. Dan salah satu korban Bom Bunuh diri adalah Kepala Keamanan Stark Industries Happy Logan. Hal ini membuat Stark bangkit dan menantang Mandarin lewat Stasiun TV.

Puncaknya adalah saat rumah Tony di Malibu di luluhlantahkan oleh anak buah The Mandarin. Ditengah kondisi yang kacau, juga dengan bantuan James Rhodes (Don Cheadle) / War Machine / Iron Patriot., Tony mencoba menelusuri siapa dalang semua teror yang mengancam Iron Man dan keamanan dalam negeri Amerika Serikat (21Cineplex.com : Evelyn Afnilia )

Pada Film ini Pepper Potts mendapatkan kekuatan manusia Super. Bagaimana ceritanya Pepper Potts bisa mendapatkan kekuatan Super ?

 

Review Oz the Great and Powerful


asrulywulandari

Oz the Great and Powerful adalah sebuah film petualangan fantasi yang disutradarai Sam Raimi, diproduseri Joe Roth, dan ditulis oleh David Lindsay-Abaire dan Mitchell Kapner. Film ini dibintangi oleh James Franco sebagai Oscar DiggsMila Kunis sebagai TheodoraRachel Weiszsebagai Evanora, dan Michelle Williams sebagai Glinda.

Dibuat berdasarkan seri novel Oz karya L. Frank BaumOz the Great and Powerful merupakan prekuel dari novel pembuka The Wonderful Wizard of Oz karya Baum dan penghormatan bagi film The Wizard of Oz buatan MGM tahun 1939. Berlatar 20 tahun sebelum peristiwa di kedua sumber tersebut, Oscar Diggs tiba di Land of Oz dan bertemu dengan tiga penyihir: TheodoraEvanora, dan Glinda. Oscar kemudian tertarik mengembalikan kejayaan Oz sambil berjuang menyelesaikan konflik dengan para penyihir dan dirinya sendiri.

Oz the Great and Powerful tayang perdana di El Capitan Theatre pada tanggal…

Lihat pos aslinya 732 kata lagi

e-learning


E-Learning

 

Pengertian E-Learning dan Distance Learning

 
        Selain sarana untuk menyajikan informasi, komputer dapat dimanfaatkan  di berbagai bidang termasuk bidang pendidikan. Pemanfaatan komputer sudah tidak berkembang tidak hanya sebagai alat yang hanya dipergunakan untuk membantu urusan keadministrasian saja, melainkan juga sangat dimungkinkan untuk digunakan sebagai salah satu alternatif dalam pemilihan media pembelajaran, termasuk dalam pembelajaran matematika. Salah satunya yaitu pembelajaran berbasis E-Learning. E-Learning merupakan kependekan darielektronik learningE- Learning sering diartikan sebagai proses belajar yang menggunakan komputer atau internet.
E-Learning Moodle System

Sejarah dan Perkembangan

              E-Learning atau pembelajaran elektronik pertama kali diperkenalkan oleh universitas Illinois di Urbana-Champaign dengan menggunakan sistem instruksi berbasis komputer (computer-assisted instruction) dan komputer bernama PLATO. Sejak itu, perkembangan E-learning dari masa ke masa adalah sebagai berikut:
  1. Tahun 1990 : Era CBT (Computer-Based Training) di mana mulai bermunculan aplikasi e-learning yang berjalan dalam PC standlone ataupun berbentuk kemasan CD-ROM. Isi materi dalam bentuk tulisan maupun multimedia (Video dan Audio) dalam format mov, mpeg-1, atau avi.
  2. Tahun 1994 : Seiring dengan diterimanya CBT oleh masyarakat sejak tahun 1994 CBT muncul dalam bentuk paket-paket yang lebih menarik dan diproduksi secara massal.
  3. Tahun 1997 : LMS (Learning Management System). Seiring dengan perkembangan teknologi internet, masyarakat di dunia mulai terkoneksi dengan internet. Kebutuhan akan informasi yang dapat diperoleh dengan cepat mulai dirasakan sebagai kebutuhan mutlak , dan jarak serta lokasi bukanlah halangan lagi. Dari sinilah muncul LMS. Perkembangan LMS yang makin pesat membuat pemikiran baru untuk mengatasi masalah interoperability antar LMS yang satu dengan  lainnya secara standar. Bentuk standar yang muncul misalnya standar yang dikeluarkan oleh AICC (Airline Industry CBT Commettee), IMS, SCORM, IEEE LOM, ARIADNE, dsb.
  4. Tahun 1999 sebagai tahun Aplikasi E-learning berbasis Web. Perkembangan LMS menuju aplikasi e-learning berbasis Web berkembang secara total, baik untuk pembelajar (learner) maupun administrasi belajar mengajarnya. LMS mulai digabungkan dengan situs-situs informasi, majalah, dan surat kabar. Isinya juga semakin kaya dengan perpaduan multimedia , video streaming, serta penampilan interaktif dalam berbagai pilihan format data yang lebih standar, dan berukuran kecil.

Pengertian E-Learning

         Salah satu kosa kata yang muncul dan populer bersamaan dengan hadirnya TIK dalam dunia pembelajaran adalah e-learning. E-learning merupakan kependekan dari elektronik learning. Secara generik e-learning berarti belajar dengan menggunakan elektronik. Kata elektronik sendiri mengandung pengertian yang spesifik yakni komputer atau internet, sehinga E- Learning sering diartikan sebagai proses belajar yang menggunakan komputer atau internet.
Sistem pembelajaran elektronik adalah cara baru dalam proses belajar mengajar. E-learning merupakan konsekuensi logis dari teknologi komunikasi dan infortmasi. Dengan e-learning, peserta ajar (learner atau murid) tidak perlu duduk di kelas untuk menyimak setiap ucapa guru secara langsung. E-learning juga dapat mempersingkat jadwal target waktu pembelajaran, dan tentu saja menghemat biaya yang harus dikeluarkan program studi atau program pendidikan.
E-Learning adalah pembelajaran jarak jauh (distance Learning) yang memanfaatkan teknologi komputer, jaringan komputer dan/atau Internet. E-Learning memungkinkan pembelajar untuk belajar melalui komputer di tempat mereka masing-masing tanpa harus secara fisik pergi mengikuti pelajaran/perkuliahan di kelas. E-Learning sering pula dipahami sebagai suatu bentuk pembelajaran berbasis web yang bisa diakses dari intranet di jaringan lokal atau internet. Sebenarnya materi e-Learning tidak harus didistribusikan secara on-line baik melalui jaringan lokal maupun internet, distribusi secara off-line menggunakan media CD/DVD pun termasuk pola e-Learning. Dalam hal ini aplikasi dan materi belajar dikembangkan sesuai kebutuhan dan didistribusikan melalui media CD/DVD, selanjutnya pembelajar dapat memanfatkan CD/DVD tersebut dan belajar di tempat di mana dia berada.
E-Learning System Moodle
          E-Learning memungkinkan pembelajar untuk menimba ilmu tanpa harus secara fisik menghadiri kelas. Misalnya, Pembelajar bisa berada di Semarang, sementara “instruktur” dan pelajaran yang diikuti berada di tempat lain, di kota lain bahkan di negara lain. Interaksi bisa dijalankan secara on-line dan real-time ataupun secara off-line atau archieved.
Sesungguhnya pengertian elearning sendiri mempunyai makna yang sangat luas dan masih dipersepsikan secara berbeda-beda. Pengertian elearning mencakup sebuah garis kontinum dari mulai menambahkan komputer dalam proses belajar sampai dengan pembelajaran berbasis web. Sebuah kelas yang dilengkapi dengan satu unit komputer untuk memutar sebuah CD pembelajaran interaktif, dalam batasan yang minimal telah dapat disebutkan bahwa kelas tersebut telah menerapkan elearning. Namun menurut batasan UNESCO, elearning paling tidak harus didukung oleh sejumlah syarat-syarat yang harus dipenuhi, yaitu  mencakup; ketersediaan software bahan belajar berbasis TIK, ketersediaan software aplikasi untuk menjalankan pengelolaan proses pembelajaran tersebut, adanya SDM guru dan tenaga penunjang yang menguasai TIK, adanya infrastruktur TIK, adanya akses internet, adanya dukungan training, riset, dukungan daya listrik, serta dukungan kebijakan pendayagunaan TIK untuk pembelajaran. Apabila elemen-elemen tersebut telah tersedia, maka program dan pengelolaan elearning akan dapat dijalankan.
Pembelajar belajar dari komputer di kantor ataupun di rumah dengan memanfaatkan koneksi jaringan lokal ataupun jaringan Internet ataupun menggunakan media CD/DVD yang telah disiapkan. Materi belajar dikelola oleh sebuah pusat penyedia materi di kampus/universitas, atau perusahaan penyedia content tertentu. Pembelajar bisa mengatur sendiri waktu belajar, dan tempat dari mana ia mengakses pelajaran.
 
E- Learning Sebagai Pembelajaran dengan Perangkat Komputer
 
        E-Learning disampaikan dengan memanfaatkan perangkat komputer. Pada umumnya perangkat dilengkapi perangkat multimedia,dengan cd drive dan koneksi Internet ataupun Intranet lokal. Dengan memiliki komputer yang terkoneksi dengan intranet ataupun Internet, pembelajar dapat berpartisipasi dalam e-Learning. Jumlah pembelajar yang bisa ikut berpartisipasi tidak dibatasi dengan kapasitas kelas. Materi pelajaran dapat diketengahkan dengan kualitas yang lebih standar dibandingkan kelas konvensional yang tergantung pada kondisi dari pengajar.
E-Learning bisa mencakup pembelajaran secara formal maupun informal. E-Learning secara formal, misalnya adalah pembelajaran dengan kurikulum, silabus, mata pelajaran dan tes yang telah diatur dan disusun berdasarkan jadwal yang telah disepakati pihak-pihak terkait (pengelola e-Learning dan pembelajar sendiri). Pembelajaran seperti ini biasanya tingkat interaksinya tinggi dan diwajibkan oleh perusahaan pada karyawannya, atau pembelajaran jarak jauh yang dikelola oleh universitas dan perusahaan-perusahaan (biasanya perusahan konsultan) yang memang bergerak di bidang penyediaan jasa e-Learning untuk umum. E-Learning bisa juga dilakukan secara informal dengan interaksi yang lebih sederhana, misalnya melalui sarana mailing list, e-newsletter atau website pribadi, organisasi dan perusahaan yang ingin mensosialisasikan jasa, program, pengetahuan atau keterampilan tertentu pada masyarakat luas (biasanya tanpa memungut biaya).
 
E- Learning Sebagai Pembelajaran yang ditunjang oleh Para Ahli di bidang Masing-masing.
 
         Walaupun sepertinya e-Learning diberikan hanya melalui perangkat komputer, e-Learning ternyata disiapkan, ditunjang, dikelola oleh tim yang terdiri dari para ahli di bidang masing-masing, yaitu:
  1. Subject Matter Expert (SME) atau nara sumber dari pelatihan yang disampaikan.
  2. Instructional Designer (ID), bertugas untuk secara sistematis mendesain materi dari SME menjadi materi e-Learning dengan memasukkan unsur metode pengajaran agar materi menjadi lebih interaktif, lebih mudah dan lebih menarik untuk dipelajari.
  3. Graphic Designer (GD), mengubah materi text menjadi bentuk grafis dengan gambar, warna, dan layout yang enak dipandang, efektif dan menarik untuk dipelajari.
  4. Ahli bidang Learning Management System (LMS). Mengelola sistem di website yang mengatur lalu lintas interaksi antara instruktur dengan siswa, antarsiswa dengan siswa lainnya.
        Di sini, pembelajar bisa melihat modul-modul yang ditawarkan, bisa mengambil tugas-tugas dan test-test yang harus dikerjakan, serta melihat jadwal diskusi secara maya dengan instruktur, nara sumber lain, dan pembelajar lain. Melalui LMS ini, siswa juga bisa melihat nilai tugas dan test serta peringkatnya berdasarkan nilai (tugas ataupun test) yang diperoleh.
E-Learning tidak diberikan semata-mata oleh mesin, tetapi seperti juga pembelajaran secara konvensional di kelas, e-Learningditunjang oleh para ahli di berbagai bidang terkait.
 
Kekurangan dan Kelebihan
 
        Seperti Sebagaimana yang disebutkan di atas, e-learning telah mempersingkat waktu pembelajaran dan membuat biaya studi lebih ekonomis. E-learning mempermudah interaksi antara peserta didik dengan bahan/materi, peserta didik dengan dosen/guru/instruktur maupun sesama peserta didik. Peserta didik dapat saling berbagi informasi dan dapat mengakses bahan-bahan belajar setiap saat dan berulang-ulang, dengan kondisi yang demikian itu peserta didik dapat lebih memantapkan penguasaannya terhadap materi pembelajaran.
Dengan adanya e-learning para guru/dosen/instruktur akan lebih mudah :
  1. Melakukan pemutakhiran bahan-bahan belajar yang menjadi tanggung jawabnya sesuai dengan tuntutan perkembangan keilmuan yang mutakhir
  2. Mengembangkan diri atau melakukan penelitian guna meningkatkan wawasannya
  3. Mengontrol kegiatan belajar peserta didik.
        Kehadiran guru lambat laun mulai berkurang dan digantikan oleh ruang-ruang elektronik e-learning ini. Inilah yang menjadi ciri khas dari kekurangan e-learning yang tidak bagus. Sebagaimana asal earning yang terdiri dari e (elektronik) dan learning (belajar), maka sistem ini mempunyai kelebihan dan kekurangan.
 

Review Oz the Great and Powerful


Oz the Great and Powerful adalah sebuah film petualangan fantasi yang disutradarai Sam Raimi, diproduseri Joe Roth, dan ditulis oleh David Lindsay-Abaire dan Mitchell Kapner. Film ini dibintangi oleh James Franco sebagai Oscar DiggsMila Kunis sebagai TheodoraRachel Weiszsebagai Evanora, dan Michelle Williams sebagai Glinda.

Dibuat berdasarkan seri novel Oz karya L. Frank BaumOz the Great and Powerful merupakan prekuel dari novel pembuka The Wonderful Wizard of Oz karya Baum dan penghormatan bagi film The Wizard of Oz buatan MGM tahun 1939. Berlatar 20 tahun sebelum peristiwa di kedua sumber tersebut, Oscar Diggs tiba di Land of Oz dan bertemu dengan tiga penyihir: TheodoraEvanora, dan Glinda. Oscar kemudian tertarik mengembalikan kejayaan Oz sambil berjuang menyelesaikan konflik dengan para penyihir dan dirinya sendiri.

Oz the Great and Powerful tayang perdana di El Capitan Theatre pada tanggal 14 Februari 2013 dan dirilis oleh Walt Disney Pictures pada tanggal 8 Maret 2013 dengan format Disney Digital 3DRealD 3DIMAX 3D, dan bioskop biasa. Meski kritikannya beragam, film ini menuai kesuksesan komersial sebesar $150 juta di seluruh dunia dalam kurun tiga hari.

Alur

Di KansasOscar Diggs (James Franco) bekerja sebagai seorang barnstormer[2] sekaligus pesulap kecil-kecilan dalam sebuah sirkus. Saat badai menerjang sirkus tersebut, si pemain angkat beban (Tim Holmes) mengetahui Oscar telah merayu istrinya, lalu ia berusaha memberi pelajaran kepadanya. Oscar kabur dengan balon udara, namun tersedot tornado yang membawanya ke Land of Oz. Penyihir Theodora (Mila Kunis) menemukannya dan meyakini Oscarlah penyihir yang diramalkan akan mengalahkan Penyihir Terkutuk yang membunuh raja Oz. Dalam perjalanan ke Emerald City, Theodora jatuh cinta dengan Oscar (setelah dirayu sebagaimana wanita-wanita lainnya). Mereka juga bertemu monyet terbangFinley (Zach Braff) yang berutang hidup pada Oscar setelah diselamatkan dari seekor singa.

Setelah tiba di Emerald City, Oscar bertemu Evanora (Rachel Weisz), kakak Theodora yang pesimis bahwa Oscar adalah penyihir yang diramalkan. Evanora memberitahu Oscar bahwa Penyihir Terkutuk tinggal di Hutan Gelap dan dapat dikalahkan dengan menghancurkan tongkat sihir yang menjadi sumber kekuatannya. Oscar dan Finley berjalan menuju hutan bersama Gadis Keramik (Joey King), boneka keramik muda yang rumah beserta keluarganya diporak-porandakan oleh Penyihir Terkutuk. Ketiga tokoh tersebut akhirnya tiba di hutan dan mengetahui bahwa si “Penyihir Terkutuk” adalah Glinda si Penyihir Baik (Michelle Williams). Glinda memberitahu mereka bahwa Evanoralah si Penyihir Terkutuk. Evanora melihat peristiwa ini dengan bola kristalnya dan memanipulasi Theodora agar membenci Oscar dengan menunjukkan hubungannya dengan Glinda dan mengatakan bahwa Oscar berusaha menikahi ketiga penyihir tersebut. Evanora menawarkan apel ajaib kepada Theodora yang dijamin bisa menyembuhkan sakit hatinya. Theodora memakannya dan berubah menjadi Penyihir Terkutuk berkulit hijau yang kejam.

Glinda membawa trio Oscar ke tempat tinggalnya di Oz untuk menghindari pasukan Winkie dan babun terbang yang dikendalikan Evanora. Ia memberitahu Oscar bahwa ia tahu Oscar bukanlah penyihir sejati, tetapi yakin Oscar mampu membantu mereka menghentikan Evanora. Glinda memperkenalkan “pasukan” Quadlingtinker, dan Munchkin kepada Oscar. Theodora datang ke tempat tinggal Glinda dan memperlihatkan rupanya yang baru kepada Oscar sebelum mengancam akan membunuhnya bersama semua sekutunya dengan bantuan pasukan Emerald City. Oscar bersikeras pasukannya tidak bisa mengalahkan Penyihir Terkutuk, namun setelah menceritakan kemampuannya kepada Gadis Keramik, ia sadar bahwa pasukannya bisa menyerang dengan tipuan sulap.

Glinda dan warganya memanfaatkan orang-orangan otomatis yang disembunyikan kabut tebal untuk menipu para Penyihir Terkutuk agar mereka mengirimkan pasukan babun terbangnya ke ladang opium yang kelak membuat mereka terlelap. Akan tetapi, dua babun berhasil menciduk Glinda dan membawanya ke alun-alun kota untuk menjalani eksekusi. Sementara itu, Oscar menyusup ke Emerald City bersama para sekutunya, tetapi ia seolah meninggalkan mereka begitu saja dengan balon udara yang berisikan emas raja. Balon tersebut kemudian dihancurkan Theodora. Oscar lalu menampakkan dirinya ke hadapan teman-temannya. Oscar memakai mesin asap dan proyektor gambar tersembunyi untuk menampilkan wajahholografis “aslinya”. Ia juga memanfaatkan kembang api untuk menyerang dan mengintimidasi para Penyihir Terkutuk. Evanora lantas bersembunyi di istananya, sementara Theodora kabur dari kota dengan sapu terbangnya karena gagal melukai si penyihir yang “tak terkalahkan” tersebut. Si Gadis Keramik membebaskan Glinda yang kemudian mengalahkan Evanora. Glinda menghancurkan kalung Penyihir Terkutuk yang menyembunyikan bentuk sejatinya sebelum akhirnya dibawa kabur oleh babun terbang.

Setelah pertunjukan berakhir, Oscar, resmi menjadi raja Oz, memakai proyektornya untuk mempertahankan kepercayaan bahwa ia masih seorang pesulap hebat dan menyatukan penduduk Oz untuk melawan para Penyihir Terkutuk. Ia juga memberikan hadiah kepada teman-temannya: Master Tinker (Bill Cobbs), yang membangun mesin-mesinnya, mendapatkan pisau kemah; Knuck (Tony Cox), penjaga kota yang sering menggerutu sekaligus sekutu Glinda, mendapatkan

Pemeran

ABU HAURA MUAFA

Blog ini khusus dibuat sebagai salah satu usaha kecil ikut andil dalam upaya menegakkan kalimatullah dengan menyebarkan pemikiran-pemikiran islam yang dipandang bermanfaat bagi kaum muslimin dalam ilmu dan amal. Pertanyaan dan konsultasi masalah kirimkan ke ghufronak@gmail.com. Semua pertanyaan yang terkait kehormatan, privasi, dan aib Insya Allah identitas penanya akan dirahasiakan.

Thinktep

Knowledge is power, share and it will multiply...

Red_Tech

This WordPress.com site is the cat’s pajamas

asrulywulandari

travelling, movie, coffee

nalfadlilah

My Word, My World, My Way, and Mine.

E - Learning

about E- learning from TIK 1 course, Educational Technology "B" Class 2012

Oky Ade

All about K-POP & Korea, 한류대박!!!